Bismillahirrahmanirrahim
Ramadan Kareem
Bismillahirrahmanirrahim. Ramadan Kareem. Edisi Istimewa untuk Peserta Khalwah 4-8 Mac 2025 biiznillah.
Tulisan terjemahan ini adalah petikan daripada "Kitab Maqamat Ahli Zikir ketika berzikir dengan Asmaul Husna karangan Duktur Muhd Khair Fatimah. "
..........................
"Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk menyembahKu (Tafsir Ibn Abbas: mengenalKu)": (Adz Dzariyaat: 51).
Hal yang terindah dalam mengenal Allah swt adalah pada hati yang merasai kedekatanNya, sentuhanNya melalui tajalli pada ciptaanNya, segala limpah kurniaNya, kemesraanNya, dan getaran hati yang menikmati kehadiranNya pada setiap tempat dan ketika.
.
Allah, itulah lafzul jalalah, lafaz yang penuh keagungan, kata nama khas yang menunjukkan kepada Zat yang suci, nama yang teragung menghimpun sekalian makna dan sifat-sifat yang selayaknya bagi Ilahi.
Allah, itulah nama yang paling banyak disebut di dalam al Quran dan Hadis. Sekalian nama-namaNya al Husna kembali kepada nama Allah. Maka dengan itu disebut Asmaullah Al Husna. Tidak pernah disebut dengan nama Asmaurrahman atau Asmaurrahim dan lain-lain.
Agungnya nama Allah itu mutlak hanya milikNya. Dialah yang menamakan diriNya dengan nama Allah. Bahkan disebut dengan khusus di dalam firmanNya: " Sesungguhnya Akulah Allah. Rabb yang mentadbir sekalian alam." (Al Qasas: 30).
Maka hati yang bergejolak tidak akan tenang melainkan dengan Zikrullah. "Mereka yang beriman dan tenangnya hati mereka dengan Zikrullah (mengingat dan menyebut nama Allah). Ketahuilah dengan Zikrullah, hati akan menjadi tenang." (Ar Ra'du: 28).
Antara tuntutan Zikrullah itu adalah menunggalkan namaNya yang esa "Allah Allah Allah" di dalam hati. Sesuai firmanNya: " Sebutlah Allah, kemudian biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatan mereka." (Al An'aam: 91)
Nama Allah terus diulang-ulang oleh seorang Mukmin tanpa bosan, bahkan ia sebenarnya menjadi kerehatan pada jiwa, menenangkan hati ketika mendengarkannya, terngiang-ngiang pada pendengaran dan ruh-ruh mereka yang mengulanginya.
Bahkan nama Allah tidak ada lafaz jama' nya di dalam Bahasa Arab (perkataan yang menunjukkan banyak/plural) sebagai isyarah bahawasanya Allah adalah nama khas yang menunjukkan kepada Sang Pencipta yang Esa, yang menghimpun segala sifat kesempurnaan, dan hanyalah Dia yang selayaknya disembah, tiada selainNya.
Allah, itulah kalimah tauhid. Itulah kalimah yang pertama di seawal penerimaan Islamnya seorang hamba. "Maka ketahuilah bahawasanya tiada tuhan yang layak disembah melainkan Allah." ( Muhammad : 19).
Ketahuilah bahawa tiadanya Sang Pencipta selain Allah. Tiadalah yang layak untuk hamba mengabdi diri melainkan kepada Allah. Tiada tempat untuk hamba menuju dalam segenap hal yang dihajatkan melainkan kepada Allah. Dialah Sang Pencipta, Dialah yang disembah, Dialah satu-satunya yang menjadi tujuan, tiada sekutu bagiNya. Lantas itulah yang menjadi sebab bahawa sebaik-baik zikir adalah "La Ilaha Illallah".
Allah. Lafaznya sendiri adalah sebuah mukjizat. Ketika berkurangnya huruf daripada huruf-huruf yang membentuk kalimah الله, namaNya tetap kekal menunjukkan kepadaNya swt.
Ketika dibuang Alif, ia tetap kekal menunjukkan kepada Allah menjadi Lillah. "Walillah (Dan bagiNya) nama-nama yang indah, maka berdoalah kalian dengannya" (Al 'Araaf: 180)
Ketika dibuang pula Alif dan Lam, tetap juga menjadi namaNya iaitu Lahu. " Lahu (MilikNya) segala apa yang ada di langit dan di bumi. Semuanya tunduk kepadaNya." (Al Baqarah: 156).
Ketika dibuang 3 huruf yang pertama dari lafaz Allah sehingga yang tinggal hanyalah Hu, tetap juga Hu (asalnya Hua) menujukkan kepadaNya swt. " Hua (Dialah) Allah yang tiada Tuhan selayaknya disembah melainkan Dia yang Maha Mengetahui yang ghaib dan nyata. Dialah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang." (Al Hasyr: 22).
Moga Allah swt hidupkan hati kita dengan namaNya yang teragung ini. Allah. Allah. Allah. Amin.
.........................
3 Mac 2025/ 2 Ramadan 1446 H
■ Dikhidmati terjemahannya: Unit Akademik Banaat Yusufi 2025 (AR01).
Komentar Pembaca
Belum ada komentar yang diluluskan.