Bismillahirrahmanirrahim
Sifat 20
Sumber :
Maahad al-Tahzib wa al-Ta'alim (website)
MyWilayah.com (website)
Wujud | وجود | Ada |
Qidam | قدم | Terdahulu |
Baqa | بقاء | Kekal |
Mukhalafatuhu lilhawadis | مخالفةه للحوادث | Berbeda dengan makhluk-Nya |
Qiyamuhu binafsih | بنفسه قيامه | Berdiri sendiri |
Wahdaniyat | وحدانية | Esa (satu) |
Qudrat | قدرة | Kuasa |
Iradat | إرادة | Berkehendak (berkemauan) |
'Ilmun | علم | Mengetahui |
Hayat | حياة | Hidup |
Sam'un | سمع | Mendengar |
Basar | بصر | Melihat |
Kalam | كلا م | Berbicara |
Kaunuhu qadiran | قادرا كونه | Keadaan-Nya yang berkuasa |
Kaunuhu muridan | كونه مريدا | Keadaan-Nya yang berkehendak menentukan |
Kaunuhu 'aliman | كونه عالما | Keadaan-Nya yang mengetahui |
Kaunuhu hayyan | كونه حيا | Keadaan-Nya yang hidup |
Kaunuhu sami'an | كونه سميعا | Keadaan-Nya yang mendengar |
Kaunuhu basiran | كونه بصيرا | Keadaan-Nya yang melihat |
Kaunuhu mutakalliman | كونه متكلما | Keadaan-Nya yang berbicara |
Pengertian Sifat 20 Allah
WUJUD (ada)
Allah itu zat yang pasti ada, Dia berdiri sendiri, tidak diciptakan oleh sesiapapun dan tidak ada Tuhan selaian Allah Ta’ala.
Sifat Mustahil : Adam = tidak ada
QIDAM (Terdahulu/awal)
Sifat Qidam bermaksud terdahulu. Allah adalah Sang Pencipta yang menciptakan alam semesta beserta isinya. Sebagai Pencipta, Allah wujud terlebih dahulu dari segala sesuatu yang diciptakan-Nya. Justeru, tidak ada pendahulu atau yang mengawali selain Allah SWT.
Sifat Mustahil : Hudus = baru
BAQA' (kekal)
Sifat Qidam bermaksud terdahulu. Allah adalah Sang Pencipta yang menciptakan alam semesta beserta isinya. Sebagai Pencipta, Allah wujud terlebih dahulu dari segala sesuatu yang diciptakan-Nya. Justeru, tidak ada pendahulu atau yang mengawali selain Allah SWT.
Sifat Mustahil : Fana' = rosak/binasa
MUKHOLAFATHU LILHAWADISI (Berbeza dengan makhluk ciptaan-Nya)
Allah SWT Yang Maha Mencipta, maka Allah sudah pasti berbeza dengan makhluk ciptaan-Nya. Tidak ada satu pun yang standing dengan-Nya dan mampu menyerupai keagungan-Nya)
Sifat Mustahil : Mumasalatu lil hawadisi = serupa dengan segala yang baru (makhluk).
QIYAMUHU BINAFSI (berdiri sendiri)
Allah SWT berdiri sendiri, tidak bergantung dengan sesiapa dan tidak memerlukan bantuan sesiapa pun.
Sifat Mustahil : Ihtiyaju lighairihi = memerlukan bantuan yang lain.
WAHDANIYAH (esa/tunggal)
Allah SWT satu-satunya tuhan pencipta alam semesta.
Sifat Mustahil : Ta’adud = berbilang atau lebih dari satu.
QUDRAT (berkuasa)
Allah SWT Maha Kuasa atas segala sesuatu dan tidak ada yang boleh menandingi kekuasaan Allah SWT.
Sifat Mustahil : ‘Ajzu = lemah
IRADAT (berkehendak)
Allah SWT berkehendak atas segala sesuatu. Oleh itu, apapun yang terjadi di atas kehendak Allah SWT. Bila Allah SWT berkehendak, maka jadilah dan tidak ada seseorang pun yang mampu mencegah-Nya.
Sifat Mustahil : Karahah = terpaksa
"ILMUN (mengetahui)
Allah SWT mengetahui atas segala sesuatu sama ada yang dilihat mahupun yang tidak dilihat dan tidak terjangkau.
Sifat Mustahil : Jahlun = bodoh
HAYAT (hidup)
Allah SWT Maha hidup, tidak akan pernah mati, binasa, ataupun musnah. Dia kekal selama-Nya.
Sifat Mustahil : Mautun = mati
SAMA' (mendengar)
Allah Maha Mendengar apa yang diucapkan hambanya baik yang diucapkan mahupun yang disembunyikan.
Sifat Mustahil : Summun = tuli/tidak dengar
BASAR (melihat)
Allah Maha Melihat segala sesuatu. Semua yang ada di dunia ini tidak lenyap dari penglihatan Allah SWT. Penglihatan Allah tidak ada batasnnya.
Sifat Mustahil : Umyun = buta.
KALAM (berbicara)
Allah SWT bersifat kalam ertinya Allah SWT berfirman dalam kitab-Nya yang diturunkan kepada para nabi dan rasul-Nya. Pembicaraan Allah SWT tentu tidak sama dengan pembicaraan manusia kerana Allah SWT tidak menggunakan panca indera seperti lidah dan mulut yang dimiliki oleh manusia.
Sifat Mustahil : ‘Ajzu = lemah
KAUNUHU QADIRAN (keadaan-Nya yang berkuasa)
Allah SWT Maha Kuasa atas segala sesuatu yang ada di alam semesta.
KAUNUHU MURIDAN (keadaan-Nya yang berkehendak)
Allah Maha Berkehendak atas segala sesuatu. Apabila Allah sudah mentakdirkan sesuatu perkara maka tidak ada yang dapat menolak kehendak-Nya.
KAUNUHU ALIMAN (keadaan-Nya yang mengetahui)
Sifat Allah ‘Alimun, yaitu zat Yang Maha Mengetahui. Allah mengetahui segala hal yang telah terjadi mahupun yang belum terjadi.
KAUNUHU HAYYAN (keadaan-Nya yang hidup)
Sifat Allah yang Maha Hidup. Allah tidak akan pernah mati, tidak akan pernah tidur ataupun lengah.
KAUNUHU SAMI'AN (keadaan-Nya yang mendengar)
Allah itu Maha Mendengar. Tidak ada yang terlewat bagi Allah dan tidak ada pula yang melampaui pendengaran-Nya.
KAUNUHU BASIRAN (keadaan-Nya yang melihat)
Keadaan Allah SWT yang Maha Melihat akan tiap-tiap yang wujud. Allah SWT selalu melihat gerak geri kita. Oleh itu, kita hendaklah selalu berbuat baik.
KAUNUHU MUTAKALIMAN (keadaan-Nya yang berbicara)
Allah SWT tidak bisu. Ia berbicara melalui ayat-ayat al-Quran. Bila al-Quran
telah dijadikan pedoman hidup maka kita telah patuh dan tunduk
terhadap Allah SWT.
Komentar Pembaca
Belum ada komentar yang diluluskan.