Bismillahirrahmanirrahim
Sedutan Sharh Hikam Pertama
Sedutan Sharh Hikam Pertama daripada Hikam Ibn Athoillah oleh Sheikhuna Youssef Muhieddine Rek El Bakhour Al Hasani
sumber: facebook
https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=1546948747432600&id=100063524682977&rdid=owa5pCOSW4TAX3y9#
Matan Hikam:
Di antara tanda pergantungan kepada amalan adalah berkurangnya pengharapan ketika wujudnya kegelinciran
Sharh Sheikhuna:
Antara tanda seseorang yg bergantung kepada sebab adalah ketika dia lupa bahawa Allah swt yang menjadi Penyebab segala sebab atau usaha yang diambil itu berlaku.
Amalan adalah sebab dan pergantungan kepadanya tanpa kembali kepada Allah adalah sebenar-benar syirik.
Sedangkan Allah swt berfirman maksudnya: "Dan Dialah (Allah) yang telah menciptakan kalian dan segala apa yang kalian kerjakan."
Jika lupa kepada Allah yang mengizinkan setiap asbab yang diusahakan itu terjadi, maka di sinilah berlakunya keputusasaan dan kegagalan bagi hamba dalam menempuh jalan kembali kepada Allah.
Sebaliknya ketika engkau mengambil asbab (berusaha) diiringi pergantungan kepada Musabbibul Asbab iaitu Allah yang memiliki dan mengizinkan sesuatu sebab dan usaha itu terjadi, nescaya Allah al-Rahim yang penuh kasih sayang akan berbelas kasih kepadamu.
Telitilah kepada ketinggian adab Baginda Rasulullah saw di mana dalam salah sebuah doa Baginda direkodkan babawa Baginda berdoa:
" Ya Allah pilihkan untukku, jangan Engkau biarkan aku memilih."
Hal ini kerana pilihan Allah untukmu adalah jaminan dan keselamatan ke atasmu meskipun ia dibalut ujian. Bukankah Dia yang mengujimu adalah Dia jua yang akan membantumu menghadapi ujian tersebut!
Namun sebaliknya jika engkau gantungkan harapanmu kepada sebab dan melupakan Dia yang memiliki dan mengizinkan terjadinya sebab, nescaya engkau telah pun gagal dalam ujian.
La Ilaha Illallah- Tiadalah Tuhan yang selayaknya disembah melainkan Allah. Tiadalah Kekasih yang selayaknya dicintai dengan sebenar-benar kecintaan melainkan Allah.
Jika seseorang tidak bergantung harap kepada kekasihnya, maka adakah dia dapat bergantung harap kepada musuhnya?
Ketika engkau meminta, mintalah kepada Allah. Jika engkau memohon pertolongan, mohonlah pertolongan dengan Allah. Pada saat engkau sakit, hanya Dia jua yang dapat menyembuhkan. Ambillah semua sebab untuk mendapatkan kesembuhan, namun bergantung haraplah kepada Dia Yang Maha Memiliki sebab-sebab kesembuhan.
Barangsiapa yang mengikat hatinya kepada sebab, maka dia adalah hamba kepada sebab. Namun barangsiapa yang bergantung kepada Musabbibul Asbab yang memiliki sebab, maka itulah tanda kebergantungannya hanya kepada Allah.
Hal ini telah kita saksikan menerusi kehidupan para Nabi dan Rasul tanpa terkecuali. Erti daripada sebuah penyerahan kepada Ilahi bukan ditemukan dalam permintaan sebaliknya pada keredhaan dalam menerima apa jua ketetapan. Setiap yang datang daripada Kekasih, maka itulah yang menjadi kecintaan.
Hanya Allah yang memiliki segala sebab. Dialah Pelaku Mutlak, Pelindung yang hakiki, yang berhak memperlakukanmu dan seluruh makhlukNya pada apa jua yang Dia kehendaki.
Kebergantungan kepada sebab, itulah syirik yang tersembunyi. Jangan pandanganmu terhenti pada zahir, namun lihatlah hikmah di sebalik semua yang berlaku walau zahirnya terlihat negatif.
Mintalah kepada Allah atas apa yang Dia pilihkan untukmu bukan dengan apa yang engkau pilih untuk dirimu.
Inilah erti hamba yang mana dia adalah hamba pada semua keadaan. Tiadalah tercapai penghambaan yang sejati jika engkau ingin menghambakan diri menurut acuan dan nafsumu sendiri.
Ya Allah, ampunilah kami dan terimalah kami. Amin.
Khidmah Terjemahan: Banaat Yusufi (AR01)
Nota Sebelumnya
Tiada nota sebelumnya.
Komentar Pembaca
Belum ada komentar yang diluluskan.